google-site-verification=4PyO_QSL777Du1Gc1Iq7U5VBurLSMNyd2lW4AvGTCdo Misteri Merapi; Mitos untuk melanggengkan kekuasaan Keraton <a href='#' style='display:scroll;position:fixed;bottom:5px;right:5px;' title='Back to Top'><strong>Kembali ke Atas</strong></a>
Home » » Misteri Merapi; Mitos untuk melanggengkan kekuasaan Keraton

Misteri Merapi; Mitos untuk melanggengkan kekuasaan Keraton



Bencana Merapi yang sampai sekarang masih terus berlanjut, telah menimbulkan berbagai macam tafsiran dan terjemahan macam-macam yang berbau klenik. Untuk masyarakat Jogja dan mereka yang tinggal di sekitar Merapi, hal ini sudah merupakan kepercayaan yang harus di telan bulat-bulat. Mengapa? karena jika mereka tidak mempercayainya, maka mereka percaya nanti akan datang bala bencana dahsyat yang menimpa masyarakat akibat dari ketidakpercayaannya itu. Tidak diketahui dengan jelas, asal mula dari kepercayaan masyarakat yang sudah mengurat akar pada kehidupan mereka tersebut.

Mengapa Merapi sering kali dikaitkan dengan hal-hal gaib?

Hal itu didasarkan dari cerita turun temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kepercayaan warisan yang di bawa dari para orang tua dan moyang mereka itulah yang kemudian menjadi dogma "wajib" untuk mereka. Sehingga semakin terpelihara dan menjadi keyakinan yang mendarah daging. Hal itu terlihat dengan seringnya mereka mengadakan upacara ritual dan mengusir bala yang dipersembahkan kepada penghuni kerajaan Merapi.

Tanpa disadari, hal Ini telah menjadi basis kekuasaan Keraton. legitimasi melalui klenik dan mitos yang dibangun, Misalnya mitos bahwa Merapi diberi sesaji setiap tahun, juga sesaji di Laut Selatan dimana Tujuannya tidak lain (secara tidak langsung telah menanamkan emosional ketergantungan terhadap kerajaan, atau penguasa).



Mitologi Bencana dan Kuat Kuasa Mitos

Mitologi bencana bisa dimengerti sebagai proses memahami,mengerti bencana dalam alam pikiran mitos. Mitologi bencana sendiri sangat dekat dengan kehidupan keseharian kita. Selalu ada cerita yang menyertai setiap peristiwa, apalagi yang namanya bencana yang sampai menelan korban. Di setiap daerah, suku dan adat istiadat, tersimpan banyak mitos yang seringsekali terhubung dengan peristiwa bencana. Maka tidak mengherankan, proses terjadinya Danau Toba lebih populer dalam bungkus mitologi daripada kerangka vulkanologi atau sejenisnya. Ketika aktivitas Gunung Merapi dinyatakan oleh pemerintah berubah statusnya dari aktif normal, waspada, siaga, hingga menjadi awas, perbincangan tentang gunung itu menjadi semakin seru. Ada dua mitologi yang dominan, mitologi dari penduduk lokal yang tinggal di sekitar Merapi. Mereka memercayai bahwa Merapi memiliki nyawa sebagai penunggu sehingga untuk menghindari kemarahan penunggunya perlu mengadakan ritual dan sesaji. Yang bisa berhubungan dan mengetahui kehendak penunggu hanya orang-orang tertentu seperti Mbah Mardjo, Mbah Maridjan, Mbah Hardjo Sipon, dan lain-lain, Sedang rakyat hanya berposisi memercayai dan mengikuti saja kehendak elite-elite spiritual tersebut. Maka tidak mengherankan kalau elite-elite spiritual lokal tersebut juga memperoleh previlese ekonomi, politik, dan kebudayaan dalam konteks komunitas lokal. Kedua, mitologi Merapi yang direproduksi Keraton Mataram demi tegaknya kekuasaan kerajaan itu. Mitologi ini menegaskan bahwa penunggu Merapi adalah Kyai Sapu Jagad dan penguasa Laut Selatan adalah Kanjeng Ratu Kidul. Agar kekuasaan Mataram tetap abadi maka raja harus berkolaborasi dengan para penguasa tersebut dengan cara menjadikan Kyai Sapu Jagad sebagai mitra politik dan menjadikan Kanjeng Ratu Kidul sebagai permaisuri. Ritual, sesaji, dan upacara larung harus rutin dilakukan di puncak Merapi dan di Laut Selatan agar kedua kekuatan tersebut tidak menjadi destruktif dan menimbulkan bencana. Yang bisa berkomunikasi dengan kedua kekuatan gaib tersebut hanya raja, sedang rakyat hanya menjadi spectators, followers, pelaksana ritual dan dikonstruksikan untuk memercayainya.

Mitos tidak pernah berdiri sendiri menjadi sebuah cerita lepas dan menjadi narasi yang terasing. Mitos selalu memiliki konteks dengan proses alur berpikir yang tidak selalu mudah diterima akal sehat. Tapi serentak dengan itu juga, mitos juga sangat manjur mempengaruhi rasionalitas dan kesadaran orang. Oleh sebab itu tafsir mitologis pada hakikatnya berupaya mengungkap-meminjam istilahnya Immanuel Kant (1956)- noumena yang berada di balik phenomena. Cara pandang mitologi sangat berbeda dari cara pandang rasinal empirik/positivis. Mitos sendiri merupakan serangkaian keyakinan yang dianggap sakral, berbasis pada prasangka, seringkali berada di luar batas rasionalitas manusia yang belum tentu benar, dan sulit dibuktikan kebenarannya. Sebuah keyakinan yang belum tentu benar dijadikan mitos pada dasarnya bertujuan untuk melanggengkan status quo dari sebuah metanarasi, mempersatukan, menstabilkan kondisi, memberi harapan-harapan, bahkan menghegemoni, dan membodohi. Maka kedua mitologi yang berkembang atas Gunung Merapi mungkin saja sengaja terus dipelihara demi tegaknya kekuasaan kebudayaan, ekonomi, dan politik kelompok tertentu.Inilah Para penguasa Merapi tersebut:

1. Eyang Merapi dan Eyang Sapujagat:

merupakan Raja dari dedemit Merapi yang memiliki kekuasaan penuh atas Gunung Merapi

2. Kyai Grinjing Wesi (Grinjing Kawat):
Bertempat di puncak Merapi, bertugas mengendalikan cuaca dan mengawasi wilayah sekitar Merapi

3. Nyi Gadung Melati:
Bertugas menjaga kesuburan tanah di sekitar Merapi

4. Eyang Anthaboga:
Bertugas menjaga keseimbangan Gunung supaya tidak melorot dan tenggelam ke dasar bumi.
5. Kyai Petruk:
Bertugas memberi wangsit, tentang kapan Merapi akan meletus, juga sebagai pemberi khabar kepada masyarakat yang berkaitan dengan bahaya Merapi

6. Kyai Sapu Angin:
Bertugas menggiring arah angin, atau menentukan kemana debu merapi di buang dan di jatuhkan

7. Kyai Wola-Wali:

adalah penasehat yang bermukim di Kerajaan Merapi

Kertadimedjo:
Komandan dedemit yang yang melindungi ternak dari Merapi serta memberi tahu penduduk akan bahaya Merapi.


Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis komentar anda di sini.

Related Posts with Thumbnails

Loading