google-site-verification=4PyO_QSL777Du1Gc1Iq7U5VBurLSMNyd2lW4AvGTCdo Keperawanan seharga satu mangkok baso <a href='#' style='display:scroll;position:fixed;bottom:5px;right:5px;' title='Back to Top'><strong>Kembali ke Atas</strong></a>
Home » » Keperawanan seharga satu mangkok baso

Keperawanan seharga satu mangkok baso



Pernah mendengar "keperawanan yang diperdagangkan, atau dilelangkan secara online?" zaman sekarang, hal itu bukan berita aneh lagi. Keperawanan yang dulu dianggap sebagai barang sakral,dipuja dan di pelihara kesuciannya, sekarang bukan zamannya lagi. Apalah arti nilai dari keperawanan, dibandingkan dengan segepok uang,toh sekarang banyak reparasi keperawanan, atau toko online yang memperjual belikan keperawanan palsu (hymen palsu) yang bisa dipasang kapan saja. Prestise dan gaya hidup lebih penting di bandingkan dengan kesakralan yang kuno dan tidak modern. Asumsi tersebut bukan karangan yang dibuat-buat. Sekarang ini, banyak para gadis yang rela menukar keperawanan mereka, hanya untuk selembar seratus ribuan saja. Bahkan di sebuah kota "I", seorang pelajar sebuah SMK Negeri rela menukar keperawanan-nya hanya untuk semangkok baso. Ini bukan cerita yang mengada-ada. Cerita atau berita tersebut saya dapatkan langsung dari sang pelaku; yang membeli keperawanan temannya seharga semangkok baso di atas. Inilah Penuturan nya.

Nama saya Jaka, kelas XII SMK jurusan perhotelan. Gadis yang pernah saya gauli dengan harga 5000 rupiah tersebut bernama "Indah" lengkapnya Indah Mawarni. Sebenarnya sudah lama saya mengenal dia, tapi baru akrab sekitar 3 bulan yang lalu, dimulai ketika kami sama-sama duduk dalam kepengurusan Dewan Ambalan, menjelang masa Orientasi kelas X yang baru. Anaknya manis, tapi pendiam. Itulah sebabnya mengapa saya tidak berani menembak langsung. Dia tergolong sebagai siswa yang pintar, bahkan tahun kemarin dia pernah menyabet juara umum. Jika ada acara lomba; apakah cerdas cermat atau apa saja, dia yang ditunjuk untuk mewakili sekolah kami. Untuk diketahui saja,beberapa bulan yang lalu dia pernah mendapat penghargaan dari LIPI untuk penelitiannya tentang gas bio. Tak ada kesan nakal atau mbeling, kesehariannya selalu rapih dan disiplin.

Saya ingat; ketika itu saya baru saja pulang dari rumah seorang teman, yang biasa saya jadikan sebagai markas atau basecamp. saya sebut basecamp, karena rumah teman saya memang sepi, tidak ada orang lain kecuali dia dan adik laki-lakinya yang masih duduk di kelas VIII SMP. Orang tuanya berada di kota, hanya setahun sekali mereka pulang. Malam itu, saya pulang terlalu larut, kepala saya agak puyeng. Mungkin pengaruh minuman keras yang saya tenggak. tapi karena besok paginya saya harus mengantarkan ibu ke rumah bibi, terpaksa saya harus cabut malam itu juga. Saya pacu motor saya sekencang-kencangnya, meskipun jalan yang saya lalui tidak nyaman karena memang dalam tahap perbaikan. Pas di lampu merah, samar-samar saya menatap seseorang yang sedang berdiri, di samping motor mio hitam yang diparkir dekat warung rokok pinggir jalan. Saya kaget sekali ketika saya tahu, ternyata gadis yang sedang berdiri tersebut ternyata Indah. Rupanya motornya bermasalah. katanya sudah satu jam ia di sana, karena mesin motornya tidak bisa di hidupkan. Untuk beberapa saat lamanya, saya coba mengotak-atik, sebisa-sebisa, dengan harapan barangkali saja, mesin motornya bisa hidup. Dan tiba-tiba..RRRRRRRR..mesin motor nya hidup juga. Akan tetapi, setelah masalah motor teratasi, kemudian timbul masalah baru, Indah rupanya sedikit cemas, untuk pulang ke rumah. Tentu saja, karena waktu sudah hampir jam sebelas malam. Dia tidak berani pulang karena harus melewati jalan lengang, yang konon sering terjadi pembegalan motor di sana. Akhirnya, saya putuskan untuk menemaninya pulang, dengan mengiringkannya dari belakang.

Ketika perjalanan sudah hampir setengah kilometer, tiba-tiba motor Indah mogok lagi. Saya tidak tahu harus bagaimana, sementara suasana sangat sepi, tak ada orang yang bisa saya mintai pertolongan. berkali-kali saya coba hidupkan mesin motornya, dan berkali-kali juga motor itu mati dan mati lagi. sehingga akhirnya aku menyerah. Dalam keadaan gelap dan sepi itu, rupanya indah merasa ngeri dan takut, sehingga berkali-kali dia harus merapatkan tubuhnya kepadaku. Dan karena seringnya dia merapat, timbul keberanian niat untuk mendekap dan memeluknya, ...aneh, dia malah merespon, memberi sinyal welcome. Tepat pada jam 00.12 menit, saya mendengar jerit tertahan dari indah, seiring keluarnya darah keperawanannya. Demikian yang saya catat untuk peristiwa itu.

Pada akhirnya saya tahu, jika motor Indah memang kehabisan bensin. (tolol juga saya, kenapa tidak diperiksa dari tadi) tapi apa mau dikata pompa bensin masih setengah kilometer lagi. Dan akhirnya saya relakan beberapa mililiter dari tabung bensin motor saya, saya kasih ke dia, sekedar untuk menghantarnya sampai pompa bensin. Mungkin Nasib apes, belum selesai menimpa Indah; sampai di pompa bensin itulah dia baru sadar, jika hape yang disimpan di saku celananya hilang entah dimana, demikian juga duit nya. Akh, untung saja uang kembalian beli rokok tadi sore masih saya simpan, akhirnya dengan 5200 rupiah dari uang yang tersisa, bisa membelikan bensin untuk motor Indah.

Tapi saya tidak mengatakan, jika keperawanan Indah malam itu, saya beli dengan harga lima ribu dua ratus rupiah.


(Seperti yang di Ceritakan Jaka Kepada Penulis)




Related Posts by Categories



1 komentar:

Andre mengatakan...

wahh parahh gann, tapi gpp jugalah, kan sama sama suka,wakakakak, beda kayak PSK gann http://www.andrepanggabean.com/2011/12/7-fakta-memilukan-tentang-psk.html . :D

Posting Komentar

Tulis komentar anda di sini.

Related Posts with Thumbnails

Loading