google-site-verification=4PyO_QSL777Du1Gc1Iq7U5VBurLSMNyd2lW4AvGTCdo Memahami Jalan Pikiran Kaum Murtadin Indonesia <a href='#' style='display:scroll;position:fixed;bottom:5px;right:5px;' title='Back to Top'><strong>Kembali ke Atas</strong></a>
Home » » Memahami Jalan Pikiran Kaum Murtadin Indonesia

Memahami Jalan Pikiran Kaum Murtadin Indonesia

Tulisan ini adalah bagian dari beberapa posting dengan label; Murtadin Indonesia, yang merupakan rekaman atau quotasi tulisan atau artikel yang kami ambil dari website-website yang berpendapat nyleneh terhadap Islam, tidak setuju dengan islam bahkan mereka yang anti terhadap Islam. Kaum ini siap menyatakan perang dengan kapan pun.

sebagian artikel di bawah ini merupakan potongan artikel yang saya ambil dari tulisan yang mereka tulis dengan judul: Mengapa sifat Allah sama dengan sifat Iblis

"Benarkah Allah adalah Tuhan? Ataukah ia hanyalah iblis yang menyamar sebagai Tuhan? Renungkanlah dengan hati nurani anda!

Tuhan sama dengan Iblis yang dimaksud oleh mereka, tentu bukan tuhannya orang-orang Hindu yang tercantum dalam Rigveda, atau Tuhannya orang Budha Sang Budha, atau Tuhannya kaum palangis atau salibi, akan tetapi Tuhan orang orang Islam, Allah SWT. Kaum ini, ketika mereka berbicara tentang Tuhan dan ritual penyembahan selain Islam, begitu santun dan lembutnya mereka mengulas dan mengupas setiap paragrap dan kalimat.

inilah artikel mereka yang lainnya:

Menurut Quran, Tuhan Yang Maha Esa sendirilah yang menamai diri-Nya Allah.

“Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku, Maka Sembahlah Aku” (QS 20 : 14).

Dalam QS 19 : 65 Tuhan bertanya : “Hal Ta’lamu Lahu Samiyyan”.

Ayat ini dipahami oleh ulama2 Islam dengan makna: Apakah engkau mengetahui ada sesuatu yang bernama seperti ini? Atau Apakah engkau mengetahui sesuatu yang berhak memperoleh keagungan dan kesempurnaan sebagaimana Pemilik nama itu (Allah)? Atau bermakna Apakah engkau mengetahui ada nama yang lebih agung dari nama ini? Juga dapat berarti Apakah kamu mengetahui ada sesuatu yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?

Mungkin Muhammad sewaktu menulis ayat tersebut tidak mengetahui bahwa berabad2 sebelumnya kata Allah telah digunakan oleh orang Hindu India untuk menamai Tuhan mereka. Kata yang sama yang digunakan nenek moyang Muhammad untuk menyebut tuhan mereka.




Related Posts by Categories



1 komentar:

Anonymous mengatakan...

Adzab yg pedih tlh menunggumu wahai kaum murtadin

Posting Komentar

Tulis komentar anda di sini.

Related Posts with Thumbnails

Loading