google-site-verification=4PyO_QSL777Du1Gc1Iq7U5VBurLSMNyd2lW4AvGTCdo Hujan Darah di India ; Mengandung DNA Mahluk Hidup <a href='#' style='display:scroll;position:fixed;bottom:5px;right:5px;' title='Back to Top'><strong>Kembali ke Atas</strong></a>
Home » » Hujan Darah di India ; Mengandung DNA Mahluk Hidup

Hujan Darah di India ; Mengandung DNA Mahluk Hidup



India telah diguyur hujan yang airnya berwarna merah. lebih dari 500.000 cubik air berwarna merah ditumpahkan di India. Mulanya para ahli menduga bahwa warna merah tersebut karena pengaruh debu yang di bawa angin dari gurun pasir. Namun dugaan tersebut meleset setelah mereka mengambil sampel dari air yang berwarna merah tadi dan membawanya ke pusat penelitian(University of Mahatma Gandhi) untuk di selidiki, dan Hasilnya sungguh mengagetkan, karena ternyata warna merah yang di bawa oleh air hujan tadi adalah sel mahluk hidup,yang bukan berasal dari bumi.

Awalnya, hujan aneh tersebut jatuh di Kottayam dan Idduki di sebelah tenggara India. Sebelum hujan merah tersebut mengguyur, (sepuluh hari pertama) hujan aneh sudah terjadi. Diawali dengan hujan yang berwarna kuning,hijau bahkan hitam. Setelah sepuluh hari kemudian intensitas hujan terus bertambah. Di sebuah wilayah yang tidak jauh dari Kottayam, di dapati air hujan yang berwarna merah. Daerah tersebut sebenarnya daerah yang jarang sekali di guyur hujan, (sekitar 20 menit paling lama).

Fenomena Hujan Darah di India


Hujan yang tiba-tiba turun dengan warna merah itu sontak mengagetkan warga India. Beberapa penduduk menyaksikan bahwa tetesan air yang berwarna merah yang kebetulan menimpa jemuran pakaian mereka, setelah di lihat ,ternyata memang darah.Menurut keterangan, sebelum hujan merah itu turun, awalnya warga mendengar suara ledakan petir di langit. Tapi mereka yakin ledakan tersebut bukan petir."seperti suara benda yang menghantam sesuatu" demikian beberapa saksi mata menuturkan. mungkin batu meteor yang meledak di langit sana. Beberapa sampel air hujan kemudian di bawa ke Universitas Mahatma Gandhi untuk di lihat dan diteliti kandungan warna merah yang ada pada air hujan tersebut.Godfrey Louis and Santosh Kumara, yang membawa dan meneliti sampel air hujan tersebut kemudian melaporkan bahwa:
"Hal serupa (hujan merah ini) pernah terjadi di tahun 1968, dimana debu dan pasir dari Gurun Sahara terbawa angin, yang kemudian menyebabkan hujan merah di Inggris. Akan tetapi hujan merah yang terjadi di India ini, ternyata bukan partikel debu yang di bawa angin dari Gurun pasir, melainkan kandungan sel yang berasal dari mahluk hidup, dan sel itu bukan sel biasa yang ada di bumi".

Sumber: gohot search blogspot.

Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis komentar anda di sini.

Related Posts with Thumbnails

Loading